UENAKKKK?????

May 4th, 2006 by nyerat

Waktu pindah ke ladang baru yang sekarang ini, salah seorang teman pernah bilang, “wah enak ya lu, bisa bebas kluar masuk kerja, kayak prusahaan punya nenek moyang lu aja.” Well, Alhamdulillah. Sebaik-baiknya bersyukur kan sama Dia aja, Karena dari Dia lah segalanya.

Sekedar sharing, Waktu ngaggur dulu sekitar dua tahun, ups ga nganggur sih, tepatnya memilih a life time job being a mother he he. Klu melihat ke belakang, dulu setelah mendapat posisi yang sesuai latar belakang pendidikan, tepat 3 bulan setelah mendapat gelar tukang insinyur (waktu nganggur yang singkat?!) dan setahun setelah bekerja kemudian menikah selanjutnya hamil dan melahirkan, akhirnya saya memilih berhenti sejenak untuk menunaikan tanggung jawab penuh sebagai ibu (dan insyalloh sekarang setelah bekerja pun tetap menjadi ibu :)

Tapi banyaknya kebutuhan yang kemudian harus dipenuhi, sehingga memanggil untuk kembali berkerja. Dan dimulailah perburuan, tepatnya setelah anak berumur setahun. Sejak itu, selama 2 tahun, 500 lamaran diirim plus mengontak orang orang di tempat bekerja yang lama. Dan jawabannya:” gada lwgan,” “wah ga tau ya” dan jawaban senada lainnya bahkan tidak dijawab sama sekali he he

Saat itu setiap dering telephone selalu menjadi harapan panggilan bekerja. Lamaran yang dimasukan akhirnya tidak hanya untuk posisi yang sesuai dg bidang ilmu, tapi apapun yang sekiranya mungkin, dikirim saja, karena kita ga pernah tau rejeki Allah datangnya dari arah mana. Dari 500 lebih lamaran tersebut hanya 3 lamaran yang berhasil menarik hati bagian recruitmen perusahaannya. Dan hanya satu yang kemudian benar2 memanggil untuk interview dan akhirnya diterima berkerja, alhamdulillah. Dan selama setahun bekerja, tanpa mengurangi rasa bersyukur, lamaran masih terus dikirimkan, meski tidak seintensif 2 tahun kebelakang, tapi 85 lamaran dalam 1 tahun cukup lumayan?! Dari 85 lamaran itu, ada beberapa yang memanggil untuk interview, dan alhamdulillah, diberikan kelegaan memilih perusahaan mana paling cocok dengan keinginan dan kebutuhan.

hmm dari uraian panjang lebar diatas, rasanya aneh juga kalu ada yang berkata, “wah enak ya lu, bisa bebas kluar masuk kerja, kayak prusahaan punya nenek moyang lu aja.” Enak? Ya betul Pak, tapi semuanya dengan perjuangan, yang enak itu setelah kita memetik hasil dari perjuangan kita sendiri dan itu semua dari Alloh, sekali lagi dari Alloh, bukan karena saya dan usaha keras saya, apalagi nenek moyang saya ;p

Plakk!!

April 19th, 2006 by nyerat

Niko Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah plak plok plak!!!! Kemarin saya sungguh sungguh minta Tuhan mengulang waktu. Paling tidak di detik pada saat saya melihat sosok guanteng, indah, manis nan cuek Nicholas Saputra tepat di hadapan hidung besar saya yang hanya bisa berdiri melongo, mangap, refleks ngupil dan iler mengalir deras tanpa mampu mengucap sapatah kata, pun tak bisa berbuat apa apa, selain mlongo ngiler dan ngiler……Hap!!! Tuhan tolong ulang waktu, tolong agar saya sempat membuat wish list dan merealisasikannya ketika bertemu nicholas lagi, tuoloooooooooooooong…….

Yang seharusnya saya lakukan waktu ktemu nicholas adalah:

1. Absolutely jangan mlongo!!

2. Please deh jangan ngiler!!

3. Haduuh jaim duong jangan mupeng

4. Haduuuuh jangan ngupil, kebiasaan deh!!

5. Senyuum, senyum yg manis jgn lebar lebar, gigi gondrongnya ntar kliatan kan malu!!

6. Tanyain, siapa namanya… (lho kan tau Nicholas saputra?!?!?!?)

7. Klu di cuekin sok melenggang cuek trus pergi, biar kayak di adegan AADC yg di kuitang, tunggu dia ngitung sampe tiga trus balikin badan sambil agak cemberut, jangan monyong ntar dia ill fill..(eh ini kan bagiannya dian satro)

8. Klu dia nanya nama, jawab aja dian satro…(lho?!)

9. Jangan lupa Expresinyaaaaaaa….

AAaaah eniwe, terima kasih ya Tuhan sudah mempertemukan saya dengan Nicholas Saputra, meski waktu itu ga kontrol beunget (muka red.), mlongo,refleks ngupil plus ngiler….;-)

HHHHHHHhhhhhhhh

April 4th, 2006 by nyerat

Bunda Kecewa-kah kau?

Dalam hening saat mencoba bicara dengan hati.

Tak suara menjadi media, tapi segumpal darah yang berdenyut hangat.. Bunda kau kah itu perempuan yang aku tak pernah ingin menjadi

Padamulah segala kecewa, sedih dan putus asaku

Atas ketakmampuku untu mejadi seperti inginmu

Atas segala sikap yang tak dalam harapku

Saat segala benci adalah persembahanku padamu

Dan kala pun berlalu dengan dendam dan kesedihan

Jarak pun semakin lebar.. Ah…..surgakupun tertutup

Bunda masihkah maaf mu?

Kasihmu yang sepanjang nafas

Doa dan lafas mu adalah kami anak-anakmu

Curah cinta dan kasih yang tak berujung

Meski kadang angkara terucap Menggores luka menoreh aliran sungai darah dan nanah

Benci yang kemudian kau tuai

Dendam yang membendung menghanyut cinta(ku) yang hanya sepenggal

Ah bunda sadarkan aku akan kau yang hanya makhluk-Nya jua

Ia tak membuat mu sesempurna Sarah saat ismail dahaga

Tak jua seberani ibu Musa atau setegar Maria Sang Perempuan suci..

Tapi peluh, darah dan airmatamu adalah kelanjutan nafas kami..seharusnya itu sudah cukup

Bunda masih kau telapak kakimu bagi ku?

Setelah deritamu hanya dibalas amarah dan benci..

Bunda kecewakah engkau??

(Akhirnya) OUTING ;p

March 30th, 2006 by nyerat

Outing Rabu 12 december tempo lalu (akhirnya) kantor kita (sekarang, eks kantor gue red.) jadi outing. Setelah ngaret 2 jam dari jadwal akhirnya kita brangkat juga. FYI peristiwa ini boleh dibilang pristiwa besar, bersejarah dalam hidup kantor kita ini. Trutama buat yang udah kerja selama hampir seumur kantor ini, bisa dibilang dream come true gitu deh..maklum…..;p kantor ini punya kebijakan uang ketat terutama untuk kesenangan dan kesejahteraan para pegawe national. Prinsipnya Company ga boleh rugi, dan national jangan sampe untung hihihi.

Dan lalu setelah cek ulang kehadiran peserta dan barang bawaannya kita pun berangkat ke lokasi. Sebuah desa bernama Kampoeng Tjaringin, di pinggiran kota bogor dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari kantor kita di daerah sudirman plus jalan bis sewaaan yang rada tersendat-sendat karena mesinnya panas, selidik punya selidik ternyata uang sewanya blum dibayar kantor makanya dikasi bis yang udah agak sakit2an he he nasib lah.

Sampai di lokasi kita disambut mbak-mbak dan mas mas instruktur outing yang ramah dan handai taulan eh ya gitu lah..plus suguhan cemilan  sarapan buat ngangetin perut yang agak kedinginan pagi itu (emang ujan siy).

Selanjutnya kita disuruh siap-siap, dari sini kejadian heboh dimulai. Mulai dari mix and match pakaian outing sampe tuker-tukeran make-up yang water proff..teuteup tampil cantik. Malah ada yang nyletuk “eh mascara gue Lumpur proff lho”..gubrakk

Kebetulan sebagai org yang sudah putus asa me-make up diri (karena ga ngaruh gitu, teuteup dempul sana sini juga beugeut mah kieu kieu we..teu berubah jadi Paris Hilton gituh.?!) jadi saya terbebas dari keribetan tersebut di atas..horee.

Setelah itu kita ngumpul di lapangan sambil stretching dan pembagian klompok dan selanjutnya bikin yel-yel. ½ jam setelah itu kita memulai leader game dan team building. Kita dikasi 5-6 macam permainan yang membangun kerja sama, kreatifitas dan inisiatif tiap peserta.

Yang paling seru dari sesi ini adalah permainan dengan air dan Lumpur (masa kecil kurang bahagia pisaan ;p)

Satu permainan seru adalah ngisi air kedalam sebuah paralon dg diameter 30 centi-an yang udah dibolong-bolongin setinggi 2 meter  sampe penuh. Dan harus dilakuin di kolam yang dasarnya berlumpur, hmmm kebayang kan kaki kaki kita terbenam dalam Lumpur sekitar setengah meteran. Walhasil kita satu team malah sirem-sireman dan hmmmm nyicip air Lumpur..glek.

Setelahnya, kita istirahat sholat dan makan siang. Dan acara dilanjutkan dengan permainan high impact, paint ball. Weleh serasa perang beneran dg kostum tentara loreng loreng, bersembunyi di balik semak semak, bersenapan, dan tentu saja tembak menembak mengincar musuh dan menjatuhkannya..wow sekali lagi memuaskan masa kecil kurang bahagia ;p (gue berandai-andai, tentu permainan akan lebih seru dan bersemangat klu para petinggi kantor, ikut serta dan jadi sasaran tembak ;p)

“Perang” pun berakhir setelah + 1 jam. Dan setelah istirahat, mandi dan berkemas, lalu kembali ke Jakarta.

Siap menyongsong hari esok dg lebih bersemangat?!??!?!?!?!?!?

Yang jelas Siy besoknya badan kami pegal-pegal, plus sedikit memar-memar ;p tapi paling tidak, ada seulas senyum menghias wajah kami untuk memulai kesibukan hari itu..

-VVPDec2005SeulasKenanganTentangKalian:)-

Tentang Safety Training dan Semburat Senja Di Merak

September 7th, 2005 by nyerat

HIhi aneh kan judulnya?? Emang!! Seminggu yang lalu saya (akhirnya) dikrim untuk mengikuti training safety di Merak. Namanya “T” BOSIET, ini rupanya general requirement buat pekerja lapangan khususnya offshore rig. Setelah Pak Harry (senior saya di kantor) ‘ngipas-ngipasin’ si bos buat kasi kita orang training tersebut, dengan menunjukkan  aturannya “lembaga yang berwenang, B*M****S” si bos dengan terpaksa mengabulkan keinginan bawahannya yang pada udah ga sabar pengin di cemplunging ke laut
Singkat kata akhirnya berangkatlah kami, saya dan tiur untuk mengikuti 3 hari pelatihan di Merak. Senin shubuh, kami mendahului matahari bangun dan brangkat, diangkut bus langsung menuju tempat latihan bersama 11 orang trainee lainnya. Sampai di sana kita disambut kolam renang dua kedalaman, 1 dan 3 meter. Seorang pelatih (selanjutnya di sebut pak Heri) menyambut dan mempersilahkan kami makan hidangan penghangat perut pagi itu. 15 menit kemudian kita masuk klas dan langsung diberi pelatihan tahap awal. Setelah pemantapan teori, dan lalu praktek langsung. Kamu pun diangkut menuju laut…siap siap mabuk ;p Di piinggir semacam geladak kami diberi scenario:
Rig dalam keadaan darurat dan lalu kami harus mempraktekkan teori yg tadi pagi dipelajari. Pergi ke muster station setelah melengkapi diri dg PPE dan meng-absen diri. Waktu itu pertama kalinya saya benar-benar masuk TEMPSC. Perahu bentuk kapsul yg harus selalu ‘hadir’ di setiap anjungan laut, gunanya untuk penyelamatanjika sewaktu-waktu anjungan dalam keadaan darurat (terbakar, tertabrak atau meledak). Setelah bergoyang goyang dalam perahu kapsul selama 10 menit (cukup membuat Tiur puyeng he he) dan lalu pelatihan pertama di-jeda makan siang dan check-in di cottage.

Setelah makan siang, kami masing-masing langsung menuju cottage, walakh! Gedew banget, satu ruang tidur, satu ruang tamu, satu dapur lengkap dengan alat masak dan kitchen set, plus prabotan seperti kulkas, dispenser, meja makan, sofa malas, double bed..ck ck ck lebih seru klu kluarga ngikut niy ;-p
Cottage kami menghadap ke jalan (harapnya sih madep laut langsung ;p) tapi gitu aja alhamdulillah he he.
Setelah bermalas-malas sejenak, kami semua kembali ke tempat pelatihan. Kali ini Sea Survival

Sea survival, intinya menyelamatkan diri di laut. Lanjutan latihan TEMPSC, setelah escape from disaster, what to do next? GImana kalu kita pake live raft, gimana caranya survive klu bantuan blum datang dalam jangka waktu yg kita perkirakan, gimana ngirim sinyal minta bantuan, gimana menyelamatkan diri klu ga ada live raft dll. Seru, menegangkan dan menyenangkan tentunya. Yang paling seru waktu latihan terjun. Lompat dari ketinggian 3 meter. Kayaknya siy cetek…padahal, cukup bikin lutut lemez dan mulut komat-kamit, berdoa biar selamet hihi walhasil saya jadi penerjun terakhir yang akhirnya mau dipaksa terjun karena tangga naik sudah disingkirkan (teganya!).

Sesi terjun mengakhiri sesi pelatihan hari pertama, kami pulang ke cottage dan menunggu waktu makan malam. Karena kelelahan, saya tertidur dan terbangun saat adzan maghrib dengan sedikit kecewa karena terlewat melihat senja ;(
Untuk mengobatinya saat malam saya nogkrong di depan geladak memandangi kelap-kelip lampu kapal nelayan yang pergi melaut, tampak beberapa kapal bersinarbenderang, rupanya kapal penumpang yang akan menyebrang ke sumatera, kebetulan daerah itu memang dekat pelabuhan merak. Dan malam itu diakhiri dengan tidur lelap ditemani 2 kerlip bintang..

Tempscra

Hari ke II
Pelatihan hari ini, HUET (Helicopter underwater Escape Training). 5 tahun lalu saya pernah melakukannya. Cukup membuat detak jantung bertambah 2 kali kecepatannya. Bayangkan saja dalam situasi, helicopter yang kita tumpangi harus melakukan emergency landing, sukur-sukur klu masih dalam keadaan normal, dan pelampungnya bekerja baik sehingga coper tetap dalam keadaan berdiri normal. Tapi karena baling baling dan mesin coper biasanya ada di bagian atas, maka saat mendarat darurat, bagian yg berat tentunya akan mengikuti hokum gravitasi dan bisa dibayangkan keadaan coper akan berbalik 180 derajat alias, kepalanya di bawah weleh… masuk dalam air pula. Dan dalam kenyataannya biasanya suhu airlaut di perairan indonesia masih berkisar 18-20o  (itu saja sudah cukup membuat saya hypiothermia) apalagi di north sea atau middle east..weleh hitungan suhunya minus  oC …Pelatihan ini terbagi dalam berberapa setting. Jadi kami dicelupkan dalam kolam sekitar 5 kali untuk dapat melepaskan diri dari helicopter yang tenggelam terbalik, plus percobaan dua kali untuk test nafas dan tingkat kepanikan :P Sebelum melakukan latihan, kami masing masing di periksa tekanan darah dan kondisi tubuh, dan hasilnya denyut nadi saya bertambah sekitar 2 kali hitungan, wax! Ketauan banget deg degannya. Alhamdulillah kami semua dapat melewati pelatihan dengan baik, tanpa kepanikan yag berarti ;p Hanya saja saat kami meninggalkan tempat latihan, air kolam terlihat berkurang beberapa senti..he he bisa diduga duong kemana mengalirnya air kolam itu ;p
Pelatihan hari kedua berakhir dengan cukup sukses disertai kelehan yang sangat, kami pulang dan beristirahat. Keluarga saya hari itu datang berkunjung, senangnya bertemu si kecil dan hubby tercinta  kami menghabiskan waktu menikmati semburat jingga senja di geladak..ah adakah nikmat yg lebih??

Coper_model_untu_latihan_huet

Hari III

Hari terakhir pelatihan, diisi dengan teori yg agak membosankan mengenai fire fighting, menyelamatkan diri dan menggulangi kebakaran. Mempelajari jenis api dan cara memadamkannya termasuk komponen pemadam dalam fire distinguisher.. seru! Kalau kemarin kami berbasah-basah, kali ini kami berpanas-panas dan mandi keringat.
Seperti biasa, untuk memastikan pemahaman terhadap materi pelatihan, kami diberi tes yg cukup mudah, karena semua materi memang sudah diajarkan selama 3 hari ini.

Dan tiba saat perpisahan..terima kasih untuk teman sesama trainee, yang banyak membantu dan memberi inspirasi (please read my next writing tentang boombasticnya orang-orang ini), para pelatih; ibu elsi, pak heri, pak edi, dan lain-lain (maaf  tidak disebut satu-satu) last but not least MERAK atas semburat jingga senjanya yg indah..rasanya otak saya segar kembali, dan siap menghadapi Jakarta dengan rutinitas dan hiruk pikuknya 

                                                 (photo diambil dari SEa Survival Website) August 29, 30, 31 2005

MEncari MUka

September 4th, 2005 by nyerat

MUkaku
HILANG! Aku panik, aku cari kesan kemari, dibalik bilik, dibawah kasur, di
kolong dipan, dalam lemari, di kamar mandi bahkan sampai ruang tamu dan halaman
depan, mukaku tak kutemukan.

Aku
kembali ke kamar, sejak bangun pagi tadi aku baru sadar mukaku hilang. Aku coba
mengingat kejadian semalam, menelusuri setiap tempat yg kulalui. Aku coba
mengingat bagaimana caranya mukaku bisa hilang. Aku berfikir mungkin seseorang
meminjam mukaku dan lupa mengembalikannya? Atau mungkin aku yang lupa
meletakkannya, atau tercecer begitu saja? Tapi dimana? Bagaimana bisa tercecer.

Bagaimana
aku tanpa muaku? Aku harus tanya pada siapa? Rasanya aku tak pernah lupa atau
meninggalakannya sembarang tempat. Paling tidak aku selalu ingat untuk
menaruhnya kembali jika tanpa sengaja mukaku terlepas dari tempatnya. Dan
bahkan jika seseorang melepasnya aku akan selalu bisa mengembalikannnya ke
tempat semula. Atau mungkin karena sering terlepas dan di lepas daya lengket
mukaku melemah hingga mudah tercecer tanpa kusadar?

tIba-tiba
kulihat seonggok daging bersaput kulit tersembul diantara selimut, perlahan kusingkap dan
terkejut aku! Mukaku terkulai di balik guling.
Perlahan kusentuh,
“jangan
kau sentuh aku” mukaku berbicara.
Aku
tak yakin, “kau kah yg berbicara?”.
 “Ya kau pikir siapa?”
“bagaimana
bisa?”
“pertanyaan
bodoh!”
Maafkan
aku, tapi bagaimana kau bisa terlepas?”
“aku
bukan terlepas, aku melepaskan diri.”
 “tapi kenapa?”
“Aku bosan menjadi mukamu, kau
carilah muka yang lain?”
“tapi
kenapa?”
“Kau
tanyalah pada dirimu.” Aku terdiam..
Mukaku
berbicara lagi, “Aku begitu sering terlepas dari-mu. Pecundang!”
Aku
terdiam ingin menangis, tapi mataku tak kunjung berair, karena mataku bersama
mukaku.
“Kau
sedih heh.”
“Kumohon,
kembalilah padaku.”
“Dengan
satu sarat, jangan pernah lepaskan aku.”
“Aku
berjanji.”
“Begitu
janji kau langgar maka kau takan mendapatkanku lagi sebagai mukamu.”

Dan
mukaku kembali di tempatnya.

Keesokan
pagi aku terkejut, mukaku hilang lagi dari tempatnya…percuma kucari, kucoba
ingat-ingat………

Rupanya mukaku kulepas.. lagi kemarin pagi, di meja
atasanku..

 

Dan sang muka menari nari
dalam tong sampah sang berkuasa
..

 

                                                                                                        Jakarta, Agustus akhir

60 Tahun Indonesia Kami

August 17th, 2005 by nyerat

Bendera60
Tahun
Indonesia Kami..

Apa
saja yg sudah terjadi?

Saya
belum menjadi bagiannya sebelum 28 tahun lalu..

Saya
hanya tahu dari pelajaran sejarah di SD tentang proklamasi, tentang, G30S
PKI, tentang tumbangnya orde
lama, tentang kekuasaan abadi presiden pertama..

Lalu
dalam 28 tahun ini..saya pun menjadi satu dari saksi hidup geliat

indonesia (Yg Merdeka?)

Saya
merasakan pemerintahan Presiden kedua
yang tak kalah lamanya bercokol di tahta. 32 tahun menjabat, dan akhirnya lengser
digusur rakyat yang menginginkan perubahan…sayang turunnya menoreh catatan
merah darah di lembar hidup
Indonesia

Dan
lalu sang wakil pun maju, seorang cendekia yg lebih yang tak kuasa memegang
tampuk pemerintahan dan akhirnya menyerah..

Dan
lalu seorang kyai menjabat.. itupun diturunkan rakyat atas kesukaannya berubah
pikiran dan melancong ke berbagai negri hingga lupa urusan rakyatnya (mungkin?)

Kemudian
perempuan yang naik tahta. Pertama kali untuk
Indonesia. Dan diapun menjadi yang
ke 5. Rupanya hanya boneka wayang yg mengikuti skenario sang sutradara, entah
yang mana? Begitu banyak sutradara yang meraup untung di balik peran sang Ratu.

Ratu
pun tak bertahan lama diganti lagi oleh seorang perwira. Kesan pertama sang
perwira..” begitu menggoda..selanjutnya entah bagaimana?”

Yang
jelas sejauh ini……………………

Makin
banyak ‘anak
Indonesia’ yang tak sanggup sekolah,
bukan bodoh tapi tak ber-uang.
Makin
banyak ‘anak
Indonesia’ yang tak tahu harus makan
apa besok hari, bukan bingung memilih menu, tapi memang tak ada santapan.

Makin
banyak ‘anak Indonesia’ yang pandai ‘mencuri’, bukan karena tak tahu adat, tapi
hukum di
Indonesia yg sulit tegak.
Makin
banyak ‘anak
Indonesia’ yang tidak peduli, bukan
karena tak punya hati, tapi…..entahlah, mungkin pengaruh globalisasi??
Makin
banyak..makin sangat banyak…’anak-anak’
Indonesia yang brobrok moralnya,
hancur lakunya, hilang rasa malunya, berfoya diatas derita kawan dan
saudaranya.

Bahkan
segelintir ‘anak-anak Indonesia’ yang kemudian mencoba ‘memerdekakan diri’ dari kehancuran moral pun akhirnya ‘mati’..

………………..Dan
apakah mereka sadar
Indonesia belum ‘Merdeka’??………………

Pergi saja, bebaskan hati, MERDEKA!! :)

August 17th, 2005 by nyerat

 Walk_out                    Suatu Pagi, para k***s bersibuk. Dengan gaya sengak,  teriak sana, panggil sini. Ditambah
bunyi ponsel yg beragam , mulai suara burung kutilang sampe lagu Beyonce memenuhi
ruang kantor kami yang semakin sempit karena penambahan karyawan gak diikuti
dengan perluasan space kantor. Walhasil suansana kantor kayak pasar glodok.
Org-org bermata sipit dan bergaya pongah, berdasi, nenteng-nenteng ponsel
bercakap bahasa planet.. (sorry bukan sara.. ini sekedar menggambarkan
ke-tidaksuka-an saya terhadap bos-bos k***s di kantor saya..)Setelah sekitar
setengah jam, kantor pun hening, keributannya telah di bawa pergi para k***s..ntah
kemana.

Saya
tanya seorang teman, ternyata mereka pre
spud meeting
di sebuah hotel mewah di
jakarta. Kebetulan 2 minggu
kedepan kantor kita akan mulai drilling
.. (akhirnya..). Tidak seperti di kantor saya yang dulu, acara seperti ini
biasanya dilakukan di kantor bersama semua pekerja dan dirayakan dengan kue dan
minuman ringan. Acara ini sebenarnya sekedar ‘sukuran’ agar drilling propose-nya tercapai. Tapi di
prusahaan k***s sini…walahualam. Saya bahkan baru tahu well akan di drill 2
minggu lagi. Informasi seperti ini tidak memang tidak diumumkan pada seluruh
pegawai, pun informasi penting lainnya, seperti kenaikan jabatan para k***s,
bahkan pergantian GM.. Di sini gak berlaku open
management
…yang ada ‘Team-Work’ ;
Team’ for k***s, andwork’ for all national
employees
, isn’t that perfect?!
:X

Ok
singkat kata kami ga ambil pusing lah soal meeting
tsb. Tiba-tiba jam 10.30 asisten GA di telphon bos k***s nya. Dan lalu mbak
assisten GA, mengumumkan pada smua pegawe nasional, bahwa kita diundang makan
siang jam sebelas nanti siang di hotel tempat para k***s meeting pre-spud.

Adayang girang, ada yg lempeng, ada yg bingung. Saya termasuk
yg bingung, walaupun baru 7 bl saya paling tidak, tau habit-nya para k***s yg
kored (pelit)-nya kabina-bina (minta ampun .red). Hmm tumben amat. Tapi
beberapa teman nolak pergi..dg alasan kenyang, atau udah pesan makan dll. Tapi
saya berpikir ah makan gratis, lumayan uang makan siang hari ini bisa buat beli
mainan anak..

Tapi
selama di mobil saya mikir ngapain juga siy kesana? Bengong, numpang makan
gratis?! Ih kayak yang kekurangan duit aja…emg siy ;p tapi kayaknya ga musti
kayak gini deh.

Trus
setelah turun dari mobil, kita langsung ke lantai 3. Di salah satu ruang para k***s
ngumpul. Kita-kita yg nasional ngumpul di depan lift, sambil nunggu yg lain
datang. Di situ saya mikir lagi, ah ngapain siy di sini?! …………………….

Sementara
yang lain berguncing soal undangan ini.
Adayang bilang kita bakal
dikasi makanan sisa haha gila aja lagi!!
Akhirnya…………………..saya
putuskan untuk pulang,..teman-teman yg lain sempat manggil dan nanya..”koq
pulang?”

“Kenyang!!”
jawab saya ringan.

Budi
salah satu teman, pulang bareng saya, pun hanya tersenyum saat teman-teman mempertanyakan
sikapnya….

Di
jalan kami tertawa senang, yah meski akhirnya kita hanya makan soto ayam di
pinggir hotel, tapi rasanya seperti makan masakan terlezat, karena hati kami
gak lagi terbelenggu…..BEBAS…!!

Siangnya setelah teman yang
lain plg dari ‘undangan’ dengan muka lesu. Mereka bilang saat mereka datang
rasanya seperti rombongan kaum dhuafa yang kemudian disuguhi makanan sisa para
k***s..duh sedih sampai kapan kita mau dijajah kayak gini..:(

 

Happy belated Independence Day!! Are We?? 18
august 2005

Once Upon Luch Time

August 11th, 2005 by nyerat

Today

11
july 2005


at lunch time…..

Guys today is the
most honourable day for me…tiit salah

missarable day
for me or for us vit?

MoneyTadi
siang, pas jam makan siang tepat jam 12 teng am or 00 pm…

seperti biasa
para pegawe perusahaan X yang teladan menghentikan aktifitas dan kesibukannya
untuk…apalagi makan siang githu namanya juga jam makan siang.

Tidak seperti
biasanya Mbah kakung alias Our GM ter’cinta’ Mr. ZX keluar untuk makan siang.

FYI, dia biasanya
makan di tempat demi pengiritan dan menghindari memberi uang tip untuk playan
restoran (kali)…yah pokonya sedemikian iritnya belio atas penggunaan uang,
maka belio selalu nyuruh mbak tuti or seketarisnya buat beli makan siang?!!?!

Atau malah gak
makan sama sekali..hmm gue rasa dia cukup kenyang dengan menghirup aroma
makanan bekal makan siang pak Harry =p

Bersamaan dengan
waktu para pegawe perusahaan X  yang
teladan keluar makan, Mr. ZX juga keluar makan.

singkat kata
setelah satu lift dengan si patung asmat, alias mr no-smile alias si
borokok..akhirnya kita sampai juga di ground floor. Dan tak dinyana si kakek
nungguin salah satu ntah salah dua ntah salah semua pegawenya yang mo pada
makan.

karuan aja kita
smua males bareng dia, gila! Bisa-bisa saluran pencernaan mogok bekerja nih!

Gak disangka
bener-bener dia serius mo makan bareng kita.

akhirnya kita pasrah
dan memutuskan buat makan sate kambing. Nyebelinnya itu tempat makan
penuh..karuan kita kudu pindah ke tempat lain. Dan peserta makan siang yang
sudah tersaring di pdk sate kambing dapat bernafas lega dan enjoy their lunch
tanpa harus beresiko tersedak atau sakit perut.

Akhirnya tinggal
kita berdua eh bertiga kali, gue sama vitri dan makhluk yang gak jelas asal
usul planetnya ituh.

Dan karena nih
perut udah keroncongan abis, kita putusin makan siang di warung sehati yang
jual rawon.

Singkatnya kita bertiga
pesen rawon. Oya kita mutusin makan rawon, karena si mbah udah ultimatum 10.000
per orang ga lebih!! Dan menu rawon ini yg paling memenuhi budget.

Dan suasana makan
pun berlangsung khidmat dan terang aja gue selesaikan secepat mungkin..

Kita coba buka
conversation dan aha! Rupanya tu org bisa ngomong juga n mukanya lumayan
elastis untuk bisa ketawa..karena selama ini gue pikir mukanya terbuat dari
kulit sapi yang udah di samak dan kaku seperti bahan tasnya vitri…

Dan you know
sodara2 dia happy banget pas bill-nya hanya seharga 29.500 so ga over budget
dan dia bisa saving 500 perak buat tambahan tabungan hari tuanya (glek)

Hmm gue jadi
mikir dia happy karna gak over budget or karna bisa makan dg anak buahnya yah
vit?!

Eniwe itung-itung
amal deh buat orang tua yg kesepian….hiks

Ok sodara-sodara
believe it or not it’s based on true story..suer

Janji Joki

August 11th, 2005 by nyerat

JanjiHaduhhh Juned sebenernya
udah bete berat kerja disini. Biar baru 5 bulan tapi rasanya Juned udah mo
minggat aja dari tempat kerjanya. Gimana ga bete, banyak banget kerjaan juned
yang ga sesuai kontrak. Juned sebenernya S2 teknik, lulusan luar negri yang ok
punya (bukan yang abal-abal lho!). Lulus dengan angka terbaik dan predikat Cum
Laude.

Pertama kali Juned dapat
panggilan dikantor tempat dia sekarang bekerja, rasanya senang sekali.
Mengingat mencari kerja sekarang gak gampang, walopun title bejembreng, dengan
skill berentet, tetep aja karna KKN di Indonesia masih berlaku so tetep the
right man belum tentu dapet the right gun.

Singkatnya saking
bahagianya Juned bertekad ingin mendedikasikan dan mengaplikasikan seluruh ilmu
yang dia punya untuk perusahaan. Tapi baru beberapa bulan aja Juned udah patah
semangat. Pasalnya, selain ngerjain kerjaan teknik yang bejembreng, Juned
rupanya juga difungsikan jadi sekretaris, office boy (pernah waktu itu Juned on
the way home di bus ditelpon disuruh balik ke kantor, karna si bos butuh orang
buat ngangkutin barang buat pindahan ke ruangan baru) , event organizer (kalau
yang ini beda lagi ceritanya, waktu anak bosnya ulang taun, dari mulai cetak
undangan sampe sewa badut, juned yang in charge) last but not least….JOKI three
In One…

Nah yang terakhir ini begini
ceritanya..

Suatu pagi Juned yang bete
lagi serius ngerjain laporan yang udah kudu selesai hari itu dan kudu udah di
masupin ke badan pemerintah bagian urusan energi (kebetulan kantor juned
bergerak di bidang energi, yang kudu bikin annual
report
ke pemerentah, soal kegiatan explorasi kantor juned). Tiba-tiba
bosnya ngajak juned pergi.

“Juned you go with me.”
Maklum Bosnya Juned orang sebrang yah tetangganya

Indonesia

juga tapi lebih kecil aja
matanya, jadi gak bisa bahasa

Indonesia

.

“Going where sir?”

“Just go, don’t ask too
much”

“Ok.” Juned nurut aja.
Sebetik harapan muncul di hati Juned, “Wah kalu pagi gini

kan

coffee time nih, alamat
diajak minum kopi n ngueh nih, tumben” batin Juned senang. Juned, Juned elu
emang polos banget..(ini pikiran penulis yang juga rekan kerja Juned he he).
Gak nunggu berapa lama, supir Mr X datang dengan mobilnya tentu, masuklah Juned
dan Bosnya ke dalam mobil. Diperjalanan seperti biasa, Mr X gak pernah banyak
omong, jadi Juned juga gak berani nanya, paling gak tujuan mereka githu..

Mereka memasuki daerah
three in one, lalu menuju daerah café elite tempat expatriate kongkow-kongkow.
Lalu berhenti di salah satu café yang lumayan cozy (yah pokonya githu deh..).
Mr X pun turun, diikuti Juned. Tapi… suara Mr X yang berat dan hampir tak jelas
splelling-nya menghentikan Juned. “Juned, you go back with driver, I’m going
in. You don’t follow me, back to office ok!”

Si juned bingung, nah lho, “terus
ngapain gue diajak, kalo disuruh balik lagi..” batin Juned sembari masuk ke
mobil, yang langsung melaju tidak melalui jalan tadi, melainkan jalan tikus dan
Pak supir pun bilang, “ Mas kita gak bisa lewat jalan tadi, masih three in one,
lewat jalan tikus aja ya..”

Juned hanya mengangguk
lemah…lalu seperti tersadar dari mimpi yang melambungkannya tentang kopi dan
kue di café expat.”Hah three in one ya Pak, Jadi……………..”

Ah Juned, Juned Kasian deh
Kamu…….

 May
2005